-->

4/07/2016

Sistem Satu Arah (SSA) Diperpanjang dan Akan Memperbaiki Kekurangannya

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bogor memutuskan untuk melanjutkan sistem satu arah di jalan-jalan sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Akan ada evaluasi atas penerapan uji coba yang telah dilakukan sejak 1 April 2016.
Keputusan itu diambil setelah Wali Kota Bogor Bima Arya menggelar rapat evaluasi pelaksanaan sistem satu arah (SSA) yang dihadiri unsur-unsur pimpinan Musyawarah Pimpinan Daerah, Senin (4/4/2016) siang. Dalam rapat itu, disampaikan bahwa Pemkot Bogor menerima banyak keluhan dan dukungan terhadap pelaksanaan SSA.
Menurut Bima, SSA bukan hanya melancarkan seputar Istana dan Kebun Raya Bogor, melainkan juga bagian dari langkah pengaturan mobilisasi kendaraan secara keseluruhan di Kota Hujan tersebut.
"Disampaikan semua informasi titik kemacetan di seluruh wilayah kota Bogor selama pelaksanaan SSA. Disampaikan juga data data perbandingan volume kendaraan, kecepatan kendaraan, dan lain-lain. Rapat menyepakati untuk melanjutkan ujicoba SSA selama dua minggu ke depan," kata Bima sebagaimana dikutip dari situs www.kotabogor.go.id.
Secara umum, kata Bima, semua pihak berpendapat konsep SSA baik untuk mengatur pola pergerakan kendaraan di kota Bogor dan perlu ada pembenahan menyeluruh terhadap sistem transportasi di Kota Bogor.
Bima mengatakan bahwa dalam dua pekan ke depan, akan didapat pola yang lebih lengkap dari pergerakan kendaraan. Uji coba akan dilakukan secara menyeluruh karena saat ini volume kendaraan belum maksimal karena adanya ujian nasional tingkat SMA dan sederajat.
Berdasarkan masukan dari semua pihak, kata Bima, SSA akan berjalan dengan efektif jika dilakukan berbagai perbaikan, seperti penambahan rambu, perbaikan fasilitas penyeberangan, penyesuaian pembatas jalan, pengaturan pemberhentian angkot, dan penertiban parkir liar.
Pihak Organda menyatakan tidak ada penurunan pemasukan angkutan umum. Namun, perlu pengaturan dan kesepakatan mengenai rute angkot dan bus atau miniarta dan pengaturan untuk naik-turun penumpang agar lebih nyaman bagi penumpang.

12/22/2015

Sambut Tahun Baru, Jalur Puncak Ditutup 14 Jam

Puncak, Bogor selalu menjadi destinasi liburan para wisatawan lokal. Setiap akhir minggu maupun libur panjang, kawasan yang berada di Kabupaten Bogor itu dipadati kendaraan pribadi.

Sebagai antisipasi kepadatan kendaraan saat pergantian malam tahun baru 2016, Kepolisian akan memberlakukan rekayasa dan penutupan jalan menuju Puncak.

Kendaraan pribadi dilarang melintas menuju Puncak, Kabupaten Bogor, pada 31 Desember 2015. Larangan ini berlaku sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB pada 1 Januari 2016.
Oleh karena itu, masyarakat yang ingin mpergantian tahun di Puncak disarankan untuk melintas di bawah pukul 18.00 WIB.
erayakan malam

Namun bagi warga yang tinggal di area Puncak, Kepolisian memberikan keringanan dan boleh melintas dengan syarat menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Khusus tahun baru pada 31 Desember (2015) nanti, maksimal pukul 18.00 WIB sudah tidak ada kendaraan yang ke atas (Puncak) dan baru dibuka jam 08.00 WIB," kata Dirlantas Polda Jabar Kombes Sugihardi di Bandung, Senin, 21 Desember 2015.

Untuk masyarakat yang menuju Cianjur melalui Puncak akan dialihkan melewati jalur Jonggol dan Sukabumi. Hal serupa diberlakukan pada arah sebaliknya.

Sugihardi menjelaskan, "Ruas jalan yang ditutup itu panjangnya sekitar 22 kilometer. Titiknya pas keluar Tol Ciawi. Kami sarankan kendaraan mau ke Sukabumi bisa melewati jalur Bogor dan Ciawi."**


Sumber : http://news.liputan6.com/read/2395631/sambut-tahun-baru-jalur-puncak-ditutup-14-jam 

Ade Adean Celana Gemes (AACG)

Coretan Dipetang hari...

Fenomena Adek Ketemu Gede sedang booming di masyarakat kita saat ini, tidak sedikit menganggap fenomena Adek Ketemu Gede wajar karena kemajuan informasi dan teknologi serta menyesuaikan dengan perkembangan jaman saat ini. mereka menganggap wajar dan fashionable karena tuntutan jaman dan pergaulan, Saya tidak bermaksud untuk menghujat pengguna celana gemes.
budaya timur saat ini mulai di jajah perlahan oleh budaya barat terlalu banyak rumah busana menyediakan busana yang sangat minim, 

coba kita tengok busana remaja beberapa tahun sebelumnya dimana kebanyak dari mereka tidak berani untuk berbusana minim. karena jaman dahulu untuk berbusana minim sangat tabu dan tidak dijadikan tujuan fashion.

 Busana Mahasiswi Tahun 70-an

 Busana Kebaya Tahun 70-an
Maka daripada itu fenomena ade-adean celana Gemes harus segera disikapi oleh semua masyarakat bukan dijadikan objek untuk keuntungan beberapa pihak yang ingin merusak anak bangsa.
karena kecantikan sejati bukan hanya dari apa yang digunakan tetapi kecantikan sejati itu berasal dari hati.
Terima Kasih sudah mampir di blog saya...


10/20/2015

BeeTalk Club RCC dan CDR dari Bogor

Beetalk Club

lanjutan dari cerita sebelumnya...

Saat Melakukan Halal bi Halal di Kebun Raya Bogor kami berencana melakukan bakti sosial ke 2 untuk menjaga komunikasi antar member, karena dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan semua member dapat menjaga komunikasi masing-masing member.

Baksos Ke 2 di Yayasan Permata Hati dekat Villa Bogor Indah 2 Kota Bogor






Kegiatan Club lain yaitu Jalan-jalan Trip tujuan terbaru ke Pulau Untung Jawa daerah Pulau Seribu
meski kegiatan dilakukan dalam 1 hari Full tapi cukup menyenangkan






 Sempat Singgah Ke Pulau Onrust di Pulau Seribu
Mungkin ini baru sedikit kisah tentang club yang gw cintai
terima kasih sudah membaca kisah gw yang terbentuk dari Nopember - Sekarang

BeeTalk Club RCC dan CDR dari Bogor

Beetalk Club


Lanjut Sroty ya dari RCC,


Sekarang saya mau ngebahas soal CDR "Club Dunia remaja"
Club ini terbentuk antara Bulan April dan Mei 2015, Club ini dibentuk untuk mendampingi club sebelumnya Yaitu RCC, CDR dibentuk oleh Rony Adhi (Masnug) untuk mengakomodir member wilayah Cibinong, Depok dan juga Kota Bogor
Kegiatan Juga gak Jauh Beda dari CLub RCC

Baksos 1 Lokasi Panti Anak Al-Qi Ceria di Ciluar Kotamadya Bogor Jl. Raya Bogor-Jakarta

Senyum Mereka merupakan semangat baru buat kami untuk berkerja lebih serius lagi, dengan segala keterbatasan mereka tapi mereka sangat semangat menjadi tuan rumah bagi kami.


Kami (CDR) biasa kumpul di wilayah Pemkab Bogor Cibinong
 

 

Jalan-Jalan CDR Sebelum memasuki Bulan Ramadhan ke Air Terjun Loji Gunung Salak 
Kabupaten Bogor

Halal Bi Halal ke Kebun Raya Bogor lalu kerumah Keluarga CDR Saudara Vony di Ciomas Bogor sekalian membahas Rencana Bakti Sosial (Baksos) ke 2
 
Next Story Kegiatan Baksos Ke 2 >>>